MIKNCITY.COM – KAB.TANGERANG -Suasana hangat dan penuh haru terlihat di Pondok Pesantren Miftahul Khaer, yang beralamat di Jl. Diklat Pemda, RT 02/RW 15, Babakan, Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Banten.
Ratusan orang tua santri dari berbagai wilayah berdatangan ke lingkungan pesantren untuk menjenguk sekaligus bertemu dengan putra-putri mereka dalam kegiatan kunjungan mingguan. Minggu (6/9/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi, para orang tua tampak antusias bertemu dengan anak-anak mereka. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi keluarga untuk melepas rasa rindu sekaligus memberikan perhatian dan dukungan kepada para santri yang tengah menempuh pendidikan di pesantren.
Dalam kesempatan tersebut, awak media juga melakukan silaturahmi dengan pihak Pondok Pesantren Miftahul Khaer sekaligus melihat secara langsung aktivitas kunjungan orang tua santri.
Pondok Pesantren Miftahul Khaer didirikan pada 2008 oleh KH. Hafis Gunawan di Kampung Babakan, Sukabakti, Kecamatan Curug. Berawal dari kegiatan pengajian dengan metode sorogan bersama lima santri, pesantren tersebut terus berkembang dan kini memiliki berbagai jenjang pendidikan.
Adapun lembaga pendidikan yang tersedia meliputi Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
Dalam proses pembelajarannya, Ponpes Miftahul Khaer memadukan kurikulum pendidikan nasional dengan sistem Ma’had Ashry (modern) dan Ma’had Salafy (klasikal). Tradisi kajian kitab kuning juga tetap dipertahankan melalui pembelajaran sejumlah kitab, di antaranya Jurumiyah, Awamil, Imrity, Muhtashor Jiddan, Mulhat I’rob, dan Mutamimmah.
Pendidikan di Pondok Pesantren Miftahul Khaer diarahkan untuk membentuk generasi muda Islam yang memiliki pola pikir dan sikap Islami serta mampu menghadapi perkembangan zaman. Sistem pendidikan terpadu tersebut diharapkan dapat membekali para santri dengan pengetahuan agama, wawasan intelektual, keterampilan, dan akhlak mulia.
Salah seorang orang tua santri, H. Muc, berharap pendidikan yang dijalani putra-putri mereka di Pondok Pesantren Miftahul Khaer dapat menjadi bekal penting bagi masa depan.
“Semoga putra-putri yang belajar dan mondok di Miftahul Khaer menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, serta menjadi penerus generasi bangsa yang berkualitas dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan mingguan tersebut tidak hanya menjadi momentum bagi orang tua untuk melepas rindu dengan anak-anak mereka, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara keluarga, santri, dan pihak pesantren dalam mendukung proses pendidikan serta pembentukan karakter generasi muda.
(Kang Yadi)

















