Medakompasnews.Com – Kab.Lebak – Kondisi tempat ibadah berupa mushola darurat yang digunakan warga Kampung Tarikolot, Desa Jayasari, Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, Banten, kini memprihatinkan. Bangunan sederhana tersebut menjadi tempat warga melaksanakan ibadah salat lima waktu di tengah keterbatasan fasilitas. Sabtu (29/8/26).
Musala yang berada di lingkungan permukiman warga tersebut selama ini difungsikan sebagai langgar atau tempat ibadah darurat karena belum tersedianya bangunan musala yang layak dan permanen.
Namun, kondisi bangunan saat ini sudah cukup mengkhawatirkan. Sejumlah bagian bangunan terlihat rapuh, atap mengalami kebocoran, sementara beberapa tiang dan bagian konstruksi lainnya mulai lapuk. Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan jamaah, khususnya ketika hujan deras disertai angin kencang.
Salah seorang warga, Budi, mengatakan bahwa masyarakat telah bertahun-tahun menggunakan tempat tersebut untuk melaksanakan ibadah.
“Kami sudah bertahun-tahun salat di sini. Musala ini milik Bapak Pani yang diikhlaskan untuk digunakan warga. Kalau hujan deras, kami khawatir bangunannya roboh,” ujar Budi.
Menurut warga, keberadaan musala tersebut sangat penting bagi masyarakat setempat. Meski sederhana dan dalam kondisi terbatas, warga tetap berupaya menjaga serta menggunakan tempat tersebut untuk kegiatan keagamaan.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kondisi musala darurat tersebut. Bantuan pembangunan maupun renovasi dinilai sangat dibutuhkan agar masyarakat Kampung Tarikolot dapat memiliki tempat ibadah yang lebih layak, aman, dan nyaman.
“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah. Kami sangat membutuhkan bantuan untuk membangun atau memperbaiki musala ini agar warga bisa beribadah dengan aman dan nyaman,” harap warga.
Warga juga berharap usulan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui program bantuan pembangunan sarana keagamaan, baik dari pemerintah maupun pihak-pihak lain yang peduli terhadap kebutuhan masyarakat.
(Rohim)



















