Breaking News
INFO REKRUITMEN JURNALIS
PIMPINAN REDAKSI

Home / Peristiwa

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Wisata Religi Makam Jaksa Pamutus Ramai Dikunjungi Warga Lokal dan Luarkota

MKNCITY.COM – LEBAK – Destinasi baru Wisata religi Makam Jaksa Pamutus yang berada dekat kawasan wisata waduk Karian, Desa Pasirtanjung Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak ramai dikunjungi oleh warga lokal dan luar kota saat malam jumat dan akhir pekan. Hal ini disampaikan oleh ketua Pokdarwis Desa Pasirtanjung Arya Megantara, kepada awak media saat acara selamatan dan kumpul bersama tokoh adat dan masyarakat di makam Jaksa Pamutus, Kamis (6/8/2026).

 

“Alhamdulillah pada hari ini kita bisa kumpul bersama, silaturahmi dengan semua pihak terkait untuk menyatukan langkah dalam merawat , mengelola dan mengembangkan wisata religi yang ada dengan lebih baik lagi. Tujuannya adalah untuk memuliakan dan menghormati para karuhun atau leluhur, menjaga dan melestarikan adat budaya serta kearifan lokal , meningkatkan peran serta masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata yang ada yang pada akhirnya bisa memperbaiki ekonomi masyarakat dan berkontribusi kepada PADes Pasirtanjung maupun PAD Lebak,” ungkap pria yang akrab disapa Kang Mega.

Baca Juga :  Ketua Komisi III DPR RI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

 

Pada kesempatan yang sama , Kepala Desa Pasirtanjung, Suryana menyatakan dukungannya kepada kegiatan tersebut dan niat baik dari Pokdarwis dan Karangtaruna desanya yang melibatkan semua lapisan masyarakat serta pihak terkait dalam mengembangkan potensi wisata religi yang ada di Pasirtanjung.

 

“Saya mendukung hal ini, di desa Pasirtanjung ada beberapa tempat wisata religi lainnya yang sudah dikenal luas, diantaranya adalah makam Jaksa Pamutus ini dan Makam Jagaraksa. Mari kita rawat dan kembangkan bersama dengan tetap melibatkan semua elemen masyarakat Pasirtanjung yang peduli yang hasilnya bisa bermanfaat untuk orang ,” tegas Suryana .

 

Hadir pula memberikan sambutannya, Kabid Kebudayaan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Lebak, Hadi Mulya yang mengapresiasi positif acara tersebut dan menyarankan agar acara tersebut dijadikan agenda tahunan dengan melibatkan masyarakat luas agar lebih ramai lagi.

 

“ Semoga kedepanya ini bisa menjadi agenda tahunan, akan kami masukan data kami agar kedepanya kami bisa suport sesuai anggaran yang ada. Terus dibenahi, dibuat buku profil atau literasi terkait makam Jaksa Pamutus agar diketahui para pengunjung dan jangan lupa untuk ikut berkontribusi untuk pendapatan daerah. Selain itu ke depannya juri kunci atau penjaga makam Jaksa Pamutus akan diajukan mendapat honor dari Pemkab Lebak bersama 28 juru kunci atau penjaga makam lainya yang ada di Lebak,” kata Hadi.

Baca Juga :  Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Tahun 2019 Resmi Diterima, Polisi Lakukan Penyelidikan

 

Dalam acara selamatan dan kumpul bersama ini juga dilaksanakan ziarah bersama, diskusi , doa bersama dan makan bersama atau babacakan dengan memotong 2 ekor kambing serta menu makanan lain hasil dari swadaya Pokdarwis , Karangtaruna dan masyarakat .

 

Sebelum memimpin doa bersama, Ketua Forum Rembug Masyarakat Waduk Karian, H Ucu Juhroni menyampaikan dukungannya untuk pengembangan potensi wisata dan juga pertanian di wilayah sekitar waduk Karian yang pada akhirnya masyarakat setempat yang akam merasakan manfaatnya secara ekonomi.

Baca Juga :  Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

 

Profil singkat dari cerita turun menurun, Raden Jaksa Pamutus atau Raden Surya Jayakarta adalah utusan Kesultanan Banten para era Sultan Abul Mahfuz Mahmuf Abdul Kadir, Sultan Banten ke 6 masa Kesultanan : ±1682 – 1690 Masehi untuk menyelesaikan perkara atau konflik yang menyangkut batas tanah, pemanfaatan air sungai dan danau.

 

Alasan diutusnya Jaksa Pamutus adalah karena adanya Konflik air masyarakat di hulu sungai Ciberang akibat rebutan air buat sawah, dan juga menjaga batas wilayah hulu sungai Ciberang agar tetap masuk kekuasaan Kesultanan Banten dan tidak diganggu pihak lain. Tugas Jaksa Pamutus adalah untuk menyelesaikan konflik tersebut diatas secara hukum pada saat itu.

 

Bukti jabatan yang dibawa Jaksa Pamutus ke Sabagi adalah yang saat ini masih adalah keris tanda jabatan atau simbol kuasa dari Sultan Banten yang dipegang oleh salahsatu warga Pasirtanjung. (Red)

Share :

Baca Juga

Peristiwa

Laporan Dugaan Kekerasan Seksual Tahun 2019 Resmi Diterima, Polisi Lakukan Penyelidikan

Peristiwa

Ketua Komisi III DPR RI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara PLTU

Peristiwa

Luncurkan SIM Digital dan BPKB Elektronik, Korlantas Polri Raih Penghargaan

Peristiwa

TRAGIS! Menantu Ngamuk di Kuningan, Mertua Dibacok Saat Lindungi Keluarga, Pelaku Kabur ke Perkebunan dan Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Peristiwa

Polda Banten Hadiri Pelantikan DPW BAMAGNAS Provinsi Banten, Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas

Peristiwa

Kapolres Indramayu Perkuat Sinergi Dengan 175 Ojol Kamtibmas, Ajak Bersama Jaga Rawat Indramayu

Peristiwa

Kombes Pol. Mulkaifin, S.I.K., M.H : FRIC Adalah Salah Satu Mitra Strategis Bareskrim Polri

Peristiwa

Ditreskrimum Polda Banten melalui Unit PPA Ungkap Kasus Pencabulan terhadap Tiga Anak di Pandeglang